Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Saturday, May 9, 2020

PUISI Hati yang Bertualang

Hati yang Bertualang
Oleh Semata Wayang

Malam ini hujan menemuiku hendak bertamu
Mengetuk jendela kamar hanya sekedar ingin bertemu
Namun dia memenjara bintang dalam kelam
Hingga menawarkan gelap, maka kusebutnya hitam

Malam menutup siang pun menyapa,
Hujan telah pulang, kini angin datang menerpa
Raja terik seakan mengerti, tersenyum penuh kasih
Menebar cerah penuh arti, maka kusebutnya putih

Siang berakhir jua, pertanda sore menghampiri, 
Lewat ufuk barat aku berkenalan dengan senja
Sesaat kuajak dia bercanda sambil menari
Hingga perlahan tenggelam  bersama cakrawala,kusebutnya jingga

Langkah segera bergegas menuntunku menemui langit pagi
Hitam,putih atau jingga tak kukenali lagi
Sebab bias cahaya telah mencipta ribuan warna pengganti
Senyum merekah dari arah selatan, kusebutnya pelangi
Maka hati yang bertualang segera kuakhiri

Makassar, 23 Januari 2019





PUISI Teman Berlari

Teman Berlari
Oleh Semata Wayang

Ia datang tanpa kupinta 
Mengikut langkah sejak malam itu 
Aku kamu saling menyapa hingga menjadi kita Maka dua pun lebur jadi satu 

Hati siapa yang tak terbuai, 
jika manis bibir menjanjikan gula tuk dituai 
Jiwa mana yang tak terpikat, jika laku lembut berhasil memikat 

Waktu memang tak pernah luruh, 
Namun usikan rasa kadang datang merusuh
 Ia tak sanggup lagi untuk luluh 
Hingga kurelakan rohnya terbang menyeluruh

 Yang awalnya asing tetap kembali asing 
Bertekad tinggal nyatanya meninggalkan sendiri Tenang saja aku tak merasa terasing 
Karena kupunya bayangan diri 
Dia setia menemani meski semua menyingkir pergi 

Makassar, 2 Februari 2019

PUISI Singgah Tapi Tak Sungguh

Singgah Tapi Tak Sungguh
Oleh Semata Wayang

Hari ini minggu
waktu tepat tuk menunggu 
Si penunggu tampak duduk terbelenggu Termenung lugu sambil mendengar lagu 

Menumpuk sendu yang semakin berpadu Sewindu berlalu, sosoknya datang menebus rindu 
Jamuan secangkir madu telah tersaji begitu syahdu 
Siap menghidu indera hingga membuat candu 
Jiwa tersedu kala tangannya memilih sepiring empedu 

Aku duduk tergugu, bibir pun terasa gagu Menyiratkan ragu yang kian mengganggu Langkah makin jauh saling beradu Meninggalkan hati yang termangu 

Datangmu tak kusanggah, namun pergimu buatku mendengu 
Kamu yang singgah, tapi tak sungguh 
Ahh sudahlah, tak perlu menjadi dungu Baiknya mengambil wudu untuk mengadu 


Makassar, 7 Februari 2019

Monday, January 14, 2019

PUISI "EMPAT HURUF"



EMPAT HURUF
By Semata Wayang

Dalam sunyi, aku diam
Dalam diam, aku berharap
Dalam harap, aku berdoa
Dalam doa, aku menyebut nama
Dalam nama, ada kata
Dalam kata terususun 4 huruf
Dalam huruf itu ada K.A.M.U


Makassar, 14 Januari 2019

Sunday, January 13, 2019

PUISI " PANTASKAH"


PANTASKAH
By Semata Wayang

Deraian noda merajai tubuh
Genggaman lumpur menyelimuti kalbu
Menyatu dalam kehinaan
Pantaskah aku untuk.Mu??? 

Putihnya kapas membalut insan 
Hanya diri.ku berjubah kelam, 
Terasingkan dalam kegelapan 
Pantaskah aku di dekat.Mu??? 

Meski aku tak setaat Malaikat, 
Meski aku tak sesempurna Nabi, 
Namun aku ingin kau mencintaiku, 
Tapi,lagi-lagi jiwa.ku bertanya, 
Pantaskah aku dicintai Oleh.Mu??? 

Seakan-akan kini kuberada diantara kesesatan,dan ketidaktahuan 
bagai Jahiliyah di zaman kebodohan,,, 

Wahai yang bertahta di singgasana tertinggi.... 
Dalam sujud malamku ,
ditengah kehampaan ini ku bersimpuh 
mengharap setitik cahaya.Mu 
hingga nafas ini tak akan ada lagi untukku 


Mei, 2011

PUISI "Belenggu Sepi,Aku (Benci)"


Belenggu Sepi,Aku (Benci)

by Miopia


Sepi 
Aku benci sepi
Sepi mengajarkan ku pada ketiadaan
Sepi mengajarkan ku pada kesendirian 
Aku benci sepi ! 
Sepi yang tak  bertepi
Sepi yang mengoyak batin 
Dan menjadikannya kepingan
Aku benci sepi ! 
Sepi yang tak bermuara
Tak berujung dan menjadikannya kelam
Aku ingin sepi itu raib 
AKu benci sepi !
Sepi hanya membelenggu
Memenjarakan jiwa dalam kegelapan
Aku tak lagi ingin berteman dengan sepi,
karena Aku (Benci) Sepi!!! 


Agustus, 2014

PUISI "ILUSI"


I L U S I
By Semata Wayang


Senyuman manis mengalahkan madu 
Gurauan lembut mengalahkan sutra 
Berbaur dalam hangatnya mentari 
Itulah kau... 

Fajar tak kuasa terbit tanpamu 
Puspa tak mekar tanpa kehadiranmu 
Berpadu dalam harumnya semerbak 
Itulah kau... 

Kusadari itu hanya ilusi 
Bayangan menari dalam maya 
Menghantui segenap mimpi 
Kapankah hari itu datang??? 
Hingga kau menjadi nyata 
Kuhantarkan menuju altar penantianku 


Mei, 2011

PUISI "BISA"


B I S A
By Semata Wayang


Bila keagungan itu telah tiba, 
Ketika sang kuasa mempertemukan dua jiwa, 
Mengizinkan jiwa itu menyatu,menjalin satu kata 'sahabat', 

Hari berat menjadi seringan kapas, 
Tak peduli onak menusuk batin, 
Jejak langkah kian melaju seirama gubahan melodi. 

Kerikil tajam telah dilalui, 
Deraian ombak telah dilampaui, 
Perbedaan langit dan bumi tak jadi penghalang, 
karena Kau dan Aku BISA



Mei, 2011

PUISI "Apa Kabar, (Malam ini)???"

 

Apa Kabar, (Malam ini)???


Oleh Semata Wayan

Sungguh malam tak dapat terelakkan
Ketika mentari mulai memudar, 
Dan tamu malam pun datang dan kusebutnya bulan

Malam? Yah Malam
Tertunduk,kemudian beranjak lalu menarik tirai jendela
Ingin meraung tapi tak mampu bersuara
Sebuah kebisuan atau hanya sekedar tak mampu menggerakkan bibir??? 
Entahlah...

Malam.....
Jatuhan bintang melesat kilat. 
Menembus keheningan 
Dan untukmu, 
Kan kupecahkan kesunyian malam hanya untuk berkata 
"Apa Kabar (Malam ini)???"
Sudahkah kau bahagia dengannya??? 
Tanyaku : ) 


                                                            Agustus, 2014

Saturday, January 12, 2019

PUISI "MALAM'


MALAM
By Semata Wayang


Apa yang bisa kau lihat ketika malam
yang ada hanya gelap
Bintang muncul hanya sekejap
Dentingan jam mengalun tetap
Menemani manusia terlelap

                                 Akhir Juli, 2018

PUISI "SIANG"


SIANG
by Miopia

Siang ini, 
Kuajak bayanganku beristirahat
menikmati segelas teh hangat
Bersama semangat yang selalu menguat
Sendiri pun tak masalah, asal hati tetap menghangat
Seperti matahari yang panasnya tetap menyengat


                                                                                         Juli, 2018

PUISI " PAGI"


PAGI
by Semata Wayang


Kulihat venus dari Timur
diiringi semerbak embun penuh harum
Kicauan burung berbaur
Sinat mentari pun mulai berhambur
Menyapa dunia yang seakan melebur.

                                                                                                 Akhir Juli, 2018

PUISI "PEMILIK PERTAMA"

PEMILIK PERTAMA
by Semata Wayang


Dia pemilik pertama...
Pembawa bahagia
Mengukir sejuta tawa
Hapus ribuan lara
Ciptakan seuntai asa

Bagaimana mungkin aku tak berkata 'ya'
sedangkan hati telah terpikat rasa

Dia sang pemilik pertama
Terima kasih telah menetap
walau sementara
Namun, berhasil menggores luka


Kisah pertengahan 2012

PUISI "ASING'

ASING
by Semata Wayang


Kehangatan itu lambat laun menghilang
tawa dan cerita yang selalu mengalun,
kini raib tak bersisa

Semua terasa asing
saat dia dan dia membisu

Tak ada lagi sapa
Tak ada lagi yang mengantar kepergian
Tak ada lagi yang menunggu kedatangan
Semua terasa asing

Yang dulunya terasa surga,
kini bak neraka

Senyum bibir hanya sekedar pemanis belaka
Semua terasa asing
saat semuanya berbeda

Lalu, kapankah asing ini berakhir?


                                                      Agustus, 2018

PUISI "JATUH"

JATUH
oleh Semata Wayang


Ceritaku sederhana
Ini tentang aku yang pernah berjuang
mengerahkan segenap tenaga,
yakin dengan usaha yang telah kutorehkan


Namun, nyatanya
yang ku tuai tak sesuai dengan apa yang kuharapkan
Aku jatuh
Ahh, sudahlah.....
tak usah risau

Kita bukan Tuhan yang menentukan segalanya,
Kita bukan Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk hambanya
Ya, kita bukan Tuhan

Tuhan tahu cara membuat umatnya tersenyum
Aku yakin akan rencana indah dari Tuhanku.

PUISI "KEPADA KAMU DALAM DIAMKU"

KEPADA KAMU DALAM DIAMKU
oleh : Semata Wayang


Kepada kamu yang tak pernah lepas dari retinaku
yang kuselami tanpa kata
Tak terasa waktu terus beranjak
menyisakan segelintir harapan yang tak kunjung tercapai

Kepada kamu yang kuperhatikan dalam diamku
Aku menghitung, 1 tahun, 2 tahun
serasa waktu berjalan begitu cepat
tanpa pergerakan berarti

Aku kamu adalah jiwa yang tak sama
tak pernah menyatu
tak pernah terlihat olehmu

Segala cara kukerahkan 
demi mengetahui segaala tentangmu
Kata mereka aku terlalu terobsesi
Entahlah, aku tak peduli
yang penting aku bahagia
Karena ,
hanya mengetahui aktivitasmu 
lewat status-status pendekmu bisa membuatku menjerit histeris

                                                                           
                      
                                                                                  Minggu pertama di bulan Januari, 2019

Monday, September 10, 2018

PUISI : KEMBALI

K E M B A L I
Oleh Semata Wayang

Memang Kembali,
namun bukan untuk menetap
Memang kembali,
namun bukan untuk mengulang
Memang kembali,
namun bukan untuk mengetuk yang tertutup
Memang kembali,
namun bukan untuk memulai lagi

Kali ini, kembaliku hanya untuk sekedar menyapa


Minggu terakhir bulan Juli, 2018

PUISI : HUJAN


HUJAN

oleh Semata Wayang

Dia datang tanpa kunanti

Alunannya begitu kunikmati

Membasahi tanah yang kupijaki

Terus mengalir...

Menuju ke hilir

Tanpa tau akhir

Hujan...seperti rindu

Datang menggebu

Terus melaju

Tanpa tau siapa muara yang ia tuju

Akankah dirimu???

Juli, 2018


Monday, August 21, 2017

PUISI KEPADA KAMU

Kepada Kamu
-Semata Wayang-

Kepada kamu yang telah menanam luka
akhirnya mengajariku ketegaran
Kepada kamu yang telah melangkah bersamanya
hingga mengajariku kesabaran
Kepada kamu yang sempat menabur janji
hingga mengajariku keikhlasan
https://favim.com/image/2645390/

Kamu tahu? 
Kamu adalah patah hati terhebatku
Namun, diriku tak selemah itu
Kedua kaki ini masih mampu menopang raga
bibir ini masih mampu melukis tawa
Karena hati ini yakin akan ada hati yang akan singgah, kelak.

                                                                 Makassar, 21 Agustus 2017
                                                               

Sunday, August 20, 2017

PUISI ANAK "KUNJUNGAN DI KEBUN BINATANG"

Basic saya memang dekat dengan anak-anak karena memang berasal dari PGSD. Nah ini puisi pertama saya yang bertemakan anak-anak. Masih banyak kekurangan yah ☺

http://j-cul.com/melihat-tingkah-laku-binatang-yang-unik-di-kebun-binatang-asahiyama/

KUNJUNGAN DI KEBUN BINATANG
oleh Semata Wayang

Akhir pekan waktu kunanti
Wajah murung berubah ceria
Penat hari kemarin
Kini terasa ringan

 
Hati sungguh riang  
Bersantai di kebun binatang 
Dipenuhi para pengunjung 
Dikelilingi pepohonan rindang  

Ditemani hewan-hewan kesukaan   
Burung berkicau, harimau mengaum
Kera bergantungan di dahan
Gajah lambaikan belalai
Suasana sejuk menemani 


                                                              Menikmati waktu luang

                                                          Seharian di kebun binatang

                                                          Jarum jam menunjuk petang
                                                           Pertanda waktu tuk pulang
 

                                                                                                                                  Watampone,2013

Semata Wayang

SISTEM PEMBELAJARAN

SISTEM PEMBELAJARAN A.     Pengertian dan Kegunaan Sistem Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan...